Pak unik,
Saya tidak mengalami perubahan ini secara langsung, saya hanya dapat buntutnya, mempelajari bagaimana kami mempush websites untuk mengubah cara mereka berjualan kepada client. Kami juga telah mengadakan free workshop dengan mengundang website-website dan direct client mempelajari apa yang sedang berkembang saat ini di dunia online advertising.
Beberapa bulan yang lalu CEO kami mengunjungi Indonesia, dan kami bertemu dengan beberapa websites dan agencies untuk mengetahui kondisi sebenarnya disini. kami bertemu dengan Mindshare, McCann Erickson, Kompas, Detik, IMT dll.
Setelah itu CEO kami bilang kesaya:
“Pandu, Indonesia is similar with Vietnam. This is Thailand 2-3 years ago. You have 5 times of Thai market and yet no one tapped it, we can not grow the market before we change the way website operates here!”.
Then he started to give me an overview the history in Thailand.
Kurang lebih seperti ini: dulu website dithailand sama dengan website di indonesia, mereka menjual spot dengan monthly fixed spot, bukan CPM rotate. Untuk memaksimalkan pemasukan mereka buat banyak banner spot yang bisa ditawarkan ke client. Mulai dari banner yang besar untuk client yang bisa bayar lebih banyak sampai dengan banner kecil untuk client dengan budget terbatas.
Hasilnya… website terlalu cluttered, penuh dengan iklan disana sini, belum lagi bila website penuh dengan grafik, animation dll. akhirnya CTR yang didapat dari iklan rendah! otomatis ROI juga kecil.
Selain itu banyak spot2 tersebut yang akhirnya nganggur, big clients, terutama yang dari regional melalui agencynya, melihat beriklan online tidak cukup efektif.
Kami berusaha mengubah hal ini di Thailand, perlahan-lahan kami push website untuk memakai metode CPM/rotate. Skarang kalau kamu lihat di Thailand website sudah berubah, mereka menggunakan CPM rotate untuk memaksimalkan revenuenya,. Layout mereka lebih bersih, visitor senang, CTR lebih bagus, Client dapat ROI yang tinggi, semua happy.
Begitulah sekilas apa yang beliau ceritakan kepada saya.
Sekarang saya akan coba buat perbanduingannya:
---Fixed monthly---
Misalkan: Ukuran Lrec 300x250 disalah satu website dihargai 10000USD/month
Ada dua perusahaan besar yang ingin beriklan,
Perusahaan A: Punya budget 3000 USD
Perusahaan B: Punya budget 7000 USD
Mereka semua maunya dapat first impression dan hanya ingin spot itu, tapi budget mereka tidak ada yang mencukupi, …………..lalu bagaimana?
Mungkin solusinya website akan menyarankan mereka untuk ganti spot, cari yang sesuai dengan budget. namun mungkin Clients menjadi kurang puas, spot lain yang ditawarkan mungkin saja tidak berada pada first impression, atau terlalu berdempetan dengan iklan lainnya, atau ukurannya yang lebih kecil… macam-macam lah
Option kedua, website mengalah dengan memberikan Lrec Spot itu ke perusahaan B
(rugi 3000USD dari pada bulan ini kosong)
Kedua option ini akan merugikan website.
---Lalu bagaimana kalo kita pakai CPM Rotate---
Misalkan: Ukuran Lrec 300x250 disalah satu website dihargai 10000 USD/month
website itu setiap bulannya memperoleh 1,000,000 pageviews
CPM rate untuk kasus ini adalah: 10000/ 1000 = 10 USD/CPM
Kemudian kita akan rotate 2 kali.
Maka :
Perusahaan A akan dapat spot Lrec tersebut dengan jumlah impression sebesar 300.000
Perusahaan B akan dapat spot Lrec tersebut dengan jumlah impression sebesar 700.000
- Jumlah pemasukan yang akan anda dapatkan adalah: 10,000 USD
- Anda dapat menghilangkan satu buah banner spot yang tidak digunakan, cukup satu banner melayani 2 client.
- Layout lebih enak dilihat, CTR naik - > ROI lebih tinggi -> klien puas dan akan repurchase in next campaigns
Hampir semua klien yang saya temui selalu bilang, Pandu semua itu ujung2nya duit, kalo Anda bisa justify spending kita, kita ngiklan lewat New Media.
Bagaimana saya bisa justify kalo ROInya kecil. Ini masalahnya di Indonesia. Saya prefer mengiklankan mereka di MSN dan Yahoo agar bisa menjamin ROI untuk client.
Saya baru saja pegang 2 klien regional yang ingin beriklan di Indonesia
Banyak sekali masalah dengan website yang kadang membuat saya berfikir dua kali untuk beriklan ditempat yang sama.
Berikut saran saya kepada publisher:
- Website tidak perlu menjejalkan layout anda dengan spot2 iklan yang berdesakan, cukup 2-4 buah ditiap page, kemudian di rotate (lihatlah contoh di MSN, Yahoo atau Friendster). Iklan disana benar2 eye catching karena cuma ada 1-2 buah ditiap webpage.
Seiring waktu anda dapat meningkatkan rate anda. Saya hitung rate CPM diindonesia averagenya hanya 0.05 – 2 USD per CPM. Bandingkan dengan Friendster, Yahoo, MSN yang 3 -6 USD/CPM.
- Belum adanya standarisasi ukuran banner yang diterapkan di Indonesia.
Agency tidak ingin menghabiskan waktu mereka untuk melakukan resize banner dan tetek bengek lain. Untuk membuat iklan client kami dibeberapa website lokal, kami harus merevisi ukuran hampir 6 kali untuk satu creative. Ini benar2 menghabiskan waktu dan tenaga kami. Seandainya saat itu semua website yang kami beli memiliki ukuran yang seragam, tentunya ini akan jauh lebih mudah.
- Banyak website-website yang ‘senang’ memanipulasi statistic website mereka ketika pitching ke client. Apa yang terjadi, big client atau agency mungkin akan tertarik untuk memasang iklan kepada mereka saat itu. Namun setelahnya….. (short term gain for long term ‘huge’ loss)
Awal campaign:
“Pak website kami ada 2,000,0000 impression/bulan” ………..(ok saya pasang sebulan)
Akhir Campaign:
Report dari mereka cuma: 500,000 impression
Ad tracking kami cuma men-tract: 120,000 impression
Siapa yang kecewa? Saya sebagai agency dan Perusahaan sebagai client (dua-duanya sangat kecewa)
Best Regards
Pandu